TP PKK

56 Peserta Ikuti Kemah Dongeng di Rumah Wanita Kota Lubuklinggau

Yoghi Ade Sparingga
56 Peserta Ikuti Kemah Dongeng di Rumah Wanita Kota Lubuklinggau


SEBANYAK 56 orang peserta terdiri dari 7 laki-laki dan 49 perempuan dari Bengkulu, Pagar Alam, Muratara, Lahat , Palembang  dan Kota Lubuklinggau ikuti kemah dongeng ke-19 di rumah Wanita, Kelurahan Petanang Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau. Jumat (22/09/2017).

Para peserta tersebut akan berada di lokasi kemah dongeng ke 19 di Kota Lubuklinggau selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 22-24 September 2017 dengan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan.



Kegiatan  tersebut mengundang pendongeng nasional sebagai pemateri yakni Kak Awam Prakoso yang akrab disapa kak Awam.

Pembukaan kemah dongeng tersebut dibuka langsung oleh Pembina Kampung Dongeng Kota Lubuklinggau Hj Yetty Oktarina Prana pada Jumat (22/09/2017) sekira pukul 16.00 wib dan kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dan bimbingan serta motivasi dongeng oleh istri Walikota Lubuklinggau tersebut.

Kak Wulan, salah satu pendongeng kota Lubuklinggau mengungkapkan bahwa para peserta setelah mengikuti beberapa rangkaian kegiatan kemah dongeng, nantinya pada hari terakhir akan dilaksanakan praktek mental mendongeng di pondok limas, masjid agung assalam kota Lubuklinggau di lokas Car Free Day.

Dari kemah dongeng ini, peserta akan mendapatkan sertiikat dari kampung dongeng Indonesia.

Pada malam penyampaian materi pertama, Kak Awam menyampaikan beberapa  trik dalam mendongeng agar tidak membosankan bagi anak-anak. Diantaranya adalah tiga hal penting dalammendongeng, yakni yang pertama adalah Membangun Karakter Anak, kedua Media Pembelajaran anak, dan ketiga adalah dalam Menangani Situasi dan Kondisi Anak.

"Mendongeng itu banyak macamnya, dan banyak ragamnya.
Harus menarik, dari suara, gambar dan lainnya. Dakam mendidik anak perlu kreatifitas dan ada hal yg bisa membuat anak tertarik," kata Kak Awam.

Dikatakannya juga, dalam mendongeng juga bisa membangun karakter anak."Berkomunikasilah dengan anak-anak dan sebetulnya mendongeng itu mengobrol dan pada dasarnya semua manusia bisa mengobrol," terangnya.(admin).

Berita Terkait

84