Isu Krisis Ketahanan Pangan Harus Disikapi Serius

LUBUKLINGGAU - Wali Kota Lubuklinggau, diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, M Rusli, membuka rapat Dewan Ketahanan Pangan Kota Lubuklinggau tahun 2019 dengan penekanan pada koordinasi perumusan kebijakan ketahanan pangan daerah pada Dinas Ketahanan Pangan Kota Lubuklinggau, Selasa (30/7).
Selain itu juga lanjut Sumadi, melalui rapat ini diharapkan mampu mendorong masyarakat ikut serta melakukan pemantapan ketahanan pangan dan swasembada dalam menghadapi ketahanan pangan dipasar global.
Rapat dewan ketahanan pangan ini menghadirkan dua orang narasumber yakni Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Sumsel, mitra Balitbangda dan juga Rektor Universitas Musi Rawas, Prof. Dr. Ir. H.Fachrurrozie Sjarkowi, M.Sc serta Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Drs. Muslim, M.Si.
Narasumber Prof.Dr.Ir. H.Fachrurrozie Sjarkowi,M.Sc dalam paparannya mengatakan masing-masing pihak harus saling bersinergi agar program-progam yang telah disusun dapat berjalan melalui jaringan ditingkat bawah.
"Paparan hari ini saya kasih cetak biru atau blue print persoalan ini belum terasa dampaknya di Kota Lubuklinggau. Tapi telah terjadi di Makasar, dimana ada penduduknya terdampak busung lapar. Itu tentu saja mencemari nama baik kota dan Wali kota nya.
Di Kota Lubuklinggau saya tawarkan program untuk mengatasi ketahanan pangan agar tidak terjadi terjadi isu kekurangan pangan. Agar masyarakat Kota Lubuklinggau IQ nya tinggi maka konsumsilah makanan yang bergizi," ujarnya.
Adapun program yang cocok dilaksanakan untuk mengatasi masalah ketahanan pangan di Kota Lubuklinggau adalah melalui program mekanisme Sistem Peringatan Dini (SPD). Teknisnya dengan cara melakukan kegiatan pendataan dan pemantauan, analisi dan penyimpulan , kegiatan publikasi berkala dan dadakan.
Selain itu sambungnya melakukan mekanisme Sistem Pangan Cadangan (SPC), mengkonsumsi sehat pangan dengan cara menciptakan bentuk pangan olahan khas, pangan bergizi khas, pendukuk lapak khas dan dengan program perlu mekanisme Sistem Layanan Darurat (SLD) pangan demi hemat pangan yaitu dengan darurat bencana PIG ( Perubahan Iklim Global ) , dengan bencana GLB (Gempa Luar Biasa) dan darurat bencana KMD (Krisis Moneter Dunia ).